Pada jalan pulang
Aku adalah debu
Beterbangan diterjang roda-roda bis malam antar kota
Di jendela
Bayang wajahku resah
Menolak kantuk dalam gelisah
Haruskah aku cemas pada kasihmu
Atau merayu pada ceburumu
Kau sendiri tahu rinduku tak selalu padamu
Sedang terminal sudah dekat lagi