oleh Wahyu B. Prasojo
Islam berkepentingan untuk meletakkan dasar kesetaraan ini dalam bentuknya yang terbaik dan menjadikannya dasar keyakinan yang wajib dipatuhi setiap muslim. Manusia adalah sama dari sisi penciptaan. Tidak ada ciri kelebihan satu dari yang lainnya dari sisi bahan dasar penciptaannya. Keunggulan manusia antara satu dan lainnya bisa terjadi dengan sebab-sebab dari luar factor penciptaan seperti perbedaan penguasaan ilmu pengetahuan dan amal soleh.Dalam masalah ini Allah SWT berfirman (Al Hujurat 13). Yaitu sesungguhnya kalian semua hadir dari bapak yang satu, ibu yang satu, maka tidaklah seorang lebih baik dari yang lain dari sisi tabi’at penciptaan. Dan ketika Allah SWT menjadikan kalian bersuku-suku dan berkabilah-kabilah bukanlah untuk mengutamakan yang satu dari yang lainnya, melainkan sebagai tanda pengenal dan toleransi. Sebagaimana setiap individu mempunyai nama agar dapat dikenali dan dibedakan dari yang lain. Dan diutamakan di antara kalian dalam pandangan Allah adalah karena amal-amal kalian dan dimuliakan di hadapan Allah karena ketaqwaan. Allah SWT berfirman (Al Isra 70). Maka Allah telah memuliakan Bani Adam dan melebihkannya dari makhluk lain. Allah berfirman (Ali Imran 195). Yakni laki-laki dari perempuan dan perempuan dari laki-laki. mereka tidak berbeda secara tabi’at dan Allah tidak membedakan pahala dari amal-amal mereka dan tidak pula mengabaikan amal mereka. Allah berfirman (An Nisaa 1), pasangan-pasangan adalah makhluk sejenis yang diciptakan dari unsurnya bukan dari unsure lain. Telah berkembang dari keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak, keduanya kembali kepada asal muasalnya yang satu.
Rasul saw bersabda mengenai hal ini dengan kalimat yang kuat dan disampaikan dalam khutbah wada’ yang menjadi dustur bagi kaum muslimin sesudahnya: “Wahai manusia sesungguhnya Tuhan kalian satu, bapak kalian satu. Kalian semua dari Adam, Adam dari tanah. Tidaklah Arab di atas ajam dan tidak pula sebaliknya. Tidaklah kulit merah di atas kulit putih dan tidak pula sebaliknya. Keutamaan itu karena taqwa. Bukankah sudah kusampaikan kepada kalian? Ya Allah saksikanlah, agar yang hadir mrnyampaikan kepada yang tidak hadir. Rasul saw pernah mendengar Abu Dzar Al Ghifari menghina Bilal bin Rabah dengan mengatakan, hai anak hitam. Rasulullah sangat marah dan menghardik Abu Dzar ,“Sesungguhnya dalam dirimu ada jahiliyah. Tidaklah orang putih lebih tinggi dari orang hitam. Kelebihan disebabkan taqwa dan amal solih. Maka Abu Dzar meletakkan kepalanya di tanah dan bersumpah agar Bilal menginjak kepalanya dengan sendalnya sampai Allah mengampuninya dan menghalanginya dari sisa-sisa jahiliyah dalam dirinya.
Dari Al Musawah fil Islam
