Fase-fase Orientalisme menurut Edward W. Said - Saungpikir

Friday, April 2, 2021

Fase-fase Orientalisme menurut Edward W. Said

 




oleh Wahyu B Prasojo

Orientalisme memiliki beberapa fase definisi yang berbeda beda sesuai dengan perkembangan gerakan orientalisme itu sendiri:

Pada fase pertama orientalisme, Edward Said mendefinisikannya sebagai, “Suatu cara untuk memehami dunia Timur, berdasarkan tempatnya yang khusus dalam pengalaman manusia Barat Eropa.” Definisi ini masih sangat global dan luas, dimana orang-orang Barat masih dalam tahap pencarian dan pemahaman tentang dunia Timur.

Pada fase kedua Edward Said mendefinisikan orientalisme sebagai “Suatu gaya berfikir yang berdasar pada perbedaan ontologis dan epistemologis yang dibuat antara ‘Timur’ (the Orient) dan ‘Barat’ (the Occident)”. Perbedaan ontologis dan epistemolois yang di maksud dalam definisi Edward meliputi seluruh bidang kehidupan, baik politik, ekonomi, budaya, etika, gaya hudup dan lainnya, dengan memakai metode akademis dan gaya ilmiah. Pada tahap ini orientalisme dengan gaya ilmiahnya mencari titik-titik kelemahan dunia Timur untuk dijadikan acuan perbedaan antara dunia Timur dan Barat, kemudian mengambil yang bermanfaat dari dunia Timur untuk perkembangan dunia Barat. Pada giliranya kajian yang berlabel akademik dan ilmiah itu bermuara pada tuduhan dan penghinaan bahwa dunia Timur adalah primitif dan tidak berperadaban dan harus mengikuti Barat yang berperadaban.

Pada fase ketiga menurut Edward Said, orientalisme adalah “suatu yang didefinisikan lebih historis dan material dari kedua arti yang telah di terangkan sebelumnya”. Di mulai pada akhir abad ke-18 M. dimana orientalisme dapat dibahas dan dianalisa sebagai lembaga hukum untuk berurusan dengan dunia Timur, dengan membuat pernyataan-pernyataan tentangnya, mengajarinya, menjadikannya sebagai tempat pemukiman, dan memerinthanya. Pendeknya, orientalisme sebagai gaya Barat untuk mendominasi, menata kembali dan menguasai Timur.

Fase keempat yaitu sekitar abad ke-19 sampai abad ke-20, telah dibuat asumsi bahwa dunia Timur dengan segala isinya, jika bukan secara paten inferior terhadap Barat, maka ia memerlukan kajian koreksif oleh Barat. Dunia Timur dipandang sekan-akan berada dalam wadah berupa ruang kelas, pengadilan pidana, penjara dan manual bergambar. Jadi orientalisme adalah “pengetahuan mengenai dunia Timur yang menempatkan segala sesuatu yang besifat Timur dalam mata pelajaran sekolah, mahkamah, penjara, atau buku-buku pegangan untuk tujuan penelitian, pengkajian, pengadilan, pendisiplinan, atau pemerintahan atasnya”


Sumber Edward W. Said, Orientalisme.

Comments


EmoticonEmoticon