Sumber Sejarah - Saungpikir

Wednesday, April 28, 2021

Sumber Sejarah

oleh Wahyu B Prasojo

Untuk menyusun sebuah historiografi, seorang penulis sejarah harus merujuk pada sumber sejarah. Sumber-sumber sejarah terdiri atas arsip, dokumen, buku, majalah/jurnal, surat kabar, dan lain-lain. Untuk itu peneliti dapat melacaknya di tempat-tempat dokumen dan arsip ada tersedia, seperti museum, gedung atau kantor arsip dan lain-lain. Peneliti juga dapat mengunjungi situs-situs sejarah atau melakukan wawancara dengan pelaku dan saksi sejarah. 


Sumber-sumber sejarah dapat dibagi sebagai berikut:

a). Jika ditinjau dari sengaja atau tidak sengajanya sumber tersebut ditinggalkan, maka sumber sejarah terbagi dua yaitu remain atau relics, dan dokument. Remain atau relics  adalah bahan-bahan fisik atau tulisan yang mempunyai nilai-nilai sejarah yang terdapat tanpa suatu kesadaran untuk menjadikannya sumber sejarah.  Sedangkan dokumen adalah laporan dari kejadian-kejadian yang berisi pandangan serta pemikiran manusia pada masa yang lalu. Dokumen dibuat secara sengaja untuk tujuan komunikasi dan transmisi keterangan. 

b). Sumber sejarah dapat juga dibedakan antara sumber tertulis dan sumber tidak tertulis. Sumber tertulis dapat berupa dokumen-dokumen, surat peribadi, otobiografi, surat kabar, ceritera dan babad. Sedangkan sumber tidak tertulis dapat berupa artifact, bangunan seperti candi, makam, alat-alat dan foto-foto. 

c) Dari sudut urutan penyampaiannya, sumber sejarah terbagi menjadi sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber yang waktu pembuatannya semasa  atau tidak jauh dari waktu peristiwa terjadi. Sumber sekunder adalah sumber yang waktu pembuatannya jauh dari waktu terjadinya peristiwa  atau dibuat oleh orang yang tidak sezaman dengan peristiwa sejarah.  Peneliti harus mengetahui benar, mana sumber primer dan mana sumber sekunder. Dalam pencarian sumber sejarah, sumber primer harus ditemukan, karena penulisan sejarah ilmiah tidak cukup hanya menggunakan sumber sekunder.  

d) Selain itu, menurut Sartono Kartodirjo, sumber sejarah selain berbentuk artifact, juga dapat berbentuk sociofact dan mentifact. Sociofact adalah fakta yang berdimensi social misalnya jaringan interaksi antar manusia. Sedangkan mentifact adalah fakta yang bersifat abstrak misalnya keyakinan-keyakinan dan kepercayaan-kepercayaan. 

Daftar Bacaan

  1. Didin Saefuddin Buchori, Metodologi Studi Islam
  2. Hariyono, Mempelajari Sejarah Secara Efektif
  3. M.Nazir, Metode Penelitian

Comments


EmoticonEmoticon