OBYEK DAN METODE PENELITIAN SEJARAH - Saungpikir

Tuesday, July 27, 2021

OBYEK DAN METODE PENELITIAN SEJARAH

 wahyu b prasojo

1. Definisi Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah adalah penelitian yang bertujuan merekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi serta mensistematisasikan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.[1]

Metode sejarah digunakan sebagai metode penelitian, pada prinsipnya bertujuan untuk menjawab enam pertanyaan (5 W dan 1 H) yang merupakan elemen dasar penulisan sejarah, yaitu what (apa / peristiwa apa) yang terjadi? When (kapan) terjadinya? Where (dimana) terjadinya? Who (siapa) yang terlibat dalam peristiwa itu? Why (mengapa) peristiwa itu terjadi? How (bagaimana) proses terjadinya peristiwa itu?[2]

2. Obyek dan Metode Sejarah

Metode penelitian sejarah adalah instrumen untuk merekonstruksi peristiwa sejarah sebagai pengalaman empiris menjadi sejarah sebagai kisah, yaitu ketika pengalaman empiris itu telah diberi makna dan menjadi bagian dari kesadaran sejarah masyarakatnya.[3]

Dalam proses penulisan sejarah sebagai kisah, obyeknya adalah peristiwa-peristiwa yang digambarkan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar yang disebutkan di atas. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu disusun secara deskriptif, komparatif dan analitis. Deksriptif yaitu menggambarkan peristiwa-peristiwa berdasarkan bukti-bukti.  Komparatif yaitu penggambaran peristiwa juga mencakup usaha membandingkannya dengan realitas-realitas lain, di ruang dan waktu yang berbeda. Analitis maksudnya berusaha memahami detail-detail hubungan yang ada pada peristiwa yang digambarkan. Kemudian dilakukan sintesa tentang hal-hal yang berguna bagi kekinian. Karena penulisan sejarah dituntut untuk menghasilkan eksplanasi (kejelasan) mengenai signifikansi (arti penting) dan makna peristiwa.


3. Jenis-jenis Penelitian Sejarah[4]

Menurut M Nazir, penelitian historis itu banyak sekali macamnya, tetapi secara umum dapat dibagi atas empat jenis, yaitu: Penelitian Sejarah Komparatif. Yaitu penelitian sejarah yang membandingkan factor-faktor dan fenomena-fenomena sejenis pada suatu periode di masa yang lampau.

Kemudian, Penelitian Yuridis atau Legal. Yaitu penelitian sejarah yang menyelidiki hal-hal yang terkait dengan hukum, baik formal maupun nonformal, pada masa yang lalu.

Berikutnya adalah Penelitian Biografis. Yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti kehidupan seseorang dan hubungannya dengan masyarakat. Pada penelitian ini, diteliti sifat-sifat, watak, pengaruh, baik pengaruh lingkungan maupun pengaruh pemikiran dan ide dari subyek penelitian dalam masa hidupnya, serta pembentukan watak figur yang diterima selama hidupnya. Sumber-sumber untuk penelitian biografis antara lain; surat-surat peribadi, buku harian, hasil karya seseorang tentang subyek, juga catatan-catatan teman dari subyek yang diteliti.

Yang terakhir, Penelitian Bibliografis. Yaitu penelitian untuk mencari, menganalisis, membuat interpretasi serta generalisasi dari fakta-fakta yang merupakan pendapat para ahli dalam suatu masalah atau suatu organisasi. Penelitian ini mencakup hasil pemikiran dan ide yang telah ditulis oleh para pemikir dan ahli. Termasuk menghimpun karya-karya tertentu dari seorang penulis atau filosof dan menerbitkan kembali dokumen-dokumen unik yang dianggap hilang dan tersembunyi, seraya memberikan interpretasi serta generalisasi yang tepat terhadap karya-karya tersebut.



[1] Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Rajawali Press, Jakarta, 2012, hal.73.

[2] Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, Rajawali Press, Jakarta, 2009, hal.362.

[3] Taufik Abdullah, Islam dan Masyarakat, Pantulan Sejarah Indonesia, LP3ES, Jakarta, 1996, hal. 161.

[4] Mohammad Nazir, Metode Penelitian, op.cit, hal. 52-53.

Comments


EmoticonEmoticon