Secara
bahasa, orientalis dan orientalisme diambil dari kata oriental yang berasal dari kata benda dalam bahasa Inggris yang artinya orang timur / Asia atau bersifat timur
atau ketimuran.[1] Dalam Collins Cobuild Essential English Dictionary
oriental diartikan something that is oriental cames from or is
associated with eastern and sub-eastern Asia. [2] Apabila disebut oriental
civilization, maka mengandung pengertian tamaddun (peradaban)
timur.
Secara
geografis, makna kata ini mengarah pada negeri-negeri belahan timur, sebagai
arah terbitnya matahari dan secara etnologis berarti bangsa-bangsa timur.
Secara luas kata orient juga berarti negeri-negeri itu terentang dari kawasan
timur dekat, yang meliputi Turki dan sekitarnya hingga timur jauh yang meliputi
Jepang, Korea dan Indonesia, dan dari selatan hingga republik-republik muslim
bekas Uni Soviet serta kawasan Timur Tengah hingga Afrika Utara. Lawan dari
kata orient adalah occident yang berarti negeri barat; sedang occidental berarti yang berhubungan dengan barat.[3]
Namun, berbeda dengan orientalisme, occidentalisme hampir tidak pernah
disebut, karena bukan merupakan suatu keahlian khusus dalam disiplin ilmu-ilmu.[4]
Sedangkan kata isme dalam bahasa Inggris: ism
yang berarti aliran.[5] Oleh karena itu, secara
etimologis orientalisme dapat diartikan sebagai ilmu tentang ketimuran atau
studi tentang dunia timur. Jadi
Orientalisme bermakna suatu faham atau aliran, yang berkeinginan menyelidiki
hal-hal yang berkaitan dengan bangsa-bangsa di timur beserta lingkungannya.[6]
Orientalis
berasal dari bahasa Inggris orientalist yang mengandung pengertian orang yang
mempelajari seni, bahasa dan lain-lain yang berkenaan dengan negara-negara
Timur. Jadi orientalisme adalah paham tentang ketimuran, sedangkan orientalis
adalah orang yang melakukan studi ketimuran atau yang membawa paham tersebut.
Secara
terminologis, orientalis adalah sifat umum nama pelaku atau ahli-ahli
ketimuran, artinya dalam beberapa hal siapapun orangnya apakah ia muslim atau
non-muslim, apabila ia telah luas pengetahuannya tentang ketimuran, maka ia
sering dikategorikan secara langsung sebagai orientalis.
Daftar Pustaka
Echols, John M. & Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta, Gramedia, 2010).
Fox, Gwyneth (Editor), Collins Cobuild Essential English Dictionary, (London,
HarperCollins Publishers, 1994)
.
Sou’yb, Joesoef , Orientalisme dan Islam, (Jakarta, Bulan Bintang, 1985).
[1] John M.Echols & Hassan Shadily, Kamus Inggris
Indonesia, (Jakarta, Gramedia, 2010), hlm. 408.
[2] Gwyneth Fox
(Editor), Collins Cobuild Essential English Dictionary, (London,
HarperCollins Publishers, 1994)p.555.
[3] John M.Echols & Hassan Shadily, op.cit,
hlm.401
[4] Joesoef Sou’yb, Orientalisme dan Islam, (Jakarta, Bulan Bintang,
1985),hlm.1
[5] John M.Echols & Hassan Shadily, ibid,
hlm.322.
[6] Joesoef Sou’yb, loc.cit, hlm.1.