Wahyu Bhekti Prasojo
1.1. Definisi Komunikasi Massa
Komunikasi
massa berasal dari istilah bahasa Inggris, mass communication,
sebagai kependekan dari mass media communication. Artinya,
komunikasi yang menggunakan media massa atau komunikasi yang mass
mediated. Komunikasi massa pada dasarnya adalah komunikasi melalui
saluran media massa modern baik cetak maupun elektronik. Komunikasi massa itu
sendiri berkembang pada awalnya dari istilah media of mass communication.
[1]
Komunikasi massa adalah proses di mana organisasi media membuat
dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik) secara luas. Pada sisi
lain merupakan proses di mana pesan tersebut dicari, digunakan dan dikonsumsi
oleh audience.[2]
Agak lebih lengkap Jalaludin Rakhmat memberikan pengertian komunikasi massa
sebagai berikut:
Komunikasi massa diartikan
sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar,
heterogen, dan anonym melalui media cetak atau elektronis sehingga pesan yang
sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.[3]
Massa mengandung pengertian orang banyak, mereka tidak
harus berada di lokasi tertentu yang sama, mereka dapat tersebar atau terpencar
di berbagai lokasi, yang dalam waktu yang sama atau hampir bersamaan dapat
memperoleh pesan-pesan komunikasi yang sama. Massa dalam komunikasi massa
menunjuk kepada para penerima pesan komunikasi melalui media massa itu. Yaitu
mereka yang dalam sikap dan perilakunya berhubungan dengan media massa itu.
Maka massa dalam hal ini menunjuk pada pemirsa, pendengar, pembaca dan
semacamnya.[4]
Dalam komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal
yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak.
Organisasi - organisasi media menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi
dan mencerminkan kebudayaan suatu
masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas
yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi
yang kuat di masyarakat.
1.2. Karakteristik komunikasi massa
Sedangkan ciri-ciri komunikasi massa, adalah sebagai
berikut:
1. Bersifat tidak langsung, artinya harus melalui media
teknis.[5]
Pesan-pesan media tidak dapat dilakukan secara langsung artinya jika
berkomunikasi melalui surat kabar, maka pesan harus diformat sebagai berita
atau artikel, kemudian dicetak, didistribusikan, baru kemudian sampai ke
audien. Istilah yang sering digunakan adalah interposed.
2. Bersifat satu arah, artinya tidak ada interaksi
antara peserta-peserta komunikasi; tidak terjadi interaksi antara komunikator
dengan audien. Tidak adak feedback dari komunikan kepada
komunikator, hubungan antara keduanya impersonal. Konsekuensi dari situasi ini,
komunikator memerlukan persiapan sedemikian rupa untuk mengurangi kemungkinan
timbulnya persepsi yang salah atau tidak diinginkan pada komunikan.[6]
3. Bersifat umum dan terbuka, artinya pesan-pesan yang
disampaikan ditujukan pada umum dan untuk kepentingan umum. Bukan kepentingan
perseorangan.[7]
Selain itu juga karena sifatnya umum, pesan-pesan komunikasi massa
bersifat terbuka, artinya pesan-pesan dalam komunikasi massa bisa dan boleh
dibaca, didengar, dan ditonton oleh semua orang.
4. Menimbulkan keserempakan, inilah ciri komunikasi massa
yang paling hakiki. Yaitu pesan-pesannya dapat diketahui khalayak dalam jumlah
yang besar dalam waktu yang bersamaan.[8]
5. Menjangkau komunikan yang tersebar dalam wilayah yang
luas.[9]
Sifat komunikasi massa juga adalah jangkauan siarannya yang dapat meliputi
wilayah yang sangat luas. Sehingga ia dapat mencapai jumlah komunikan yang
sangat besar jumlahnya.
6. Komunikan komunikasi massa adalah heterogen. Massa
dalam kamunikasi masa terbentuk dari orang-orang, kelompok-kelompok masyarakat
dengan latar belakang yang berbeda, secara budaya, lingkungan tempat tinggal,
pekerjaan, tingkat pendidikan dan lain-lain. Sehingga beragam pula
kepentingan-kepentingan mereka. [10]
7. Komunikator pada komunikasi massa melembaga.[11]
Media massa sebagai saluran komunikasi massa adalah sebuah lembaga, organisasi
atau institusi. Pesan yang disalurkan adalah hasil sebuah usaha bersama-sama
sejumlah orang yang terikat dalam organisasi media (crew atau kerabat
kerja).
1.3. Pengaruh Komunikasi Massa
Pada umumnya studi mengenai komunikasi massa berkaitan dengan
persoalan efek komunikasi massa. Efek atau pengaruh ini telah menjadi pusat
perhatian bagi berbagai pihak dalam masyarakat yang melalui pesan-pesan yang
hendak disampaikannya berusahan untuk menjangkau khalayak yang diinginkan. Oleh
karenanya, mereka akan berusaha untuk menemukan saluran yang paling efektif
untuk dapat mempengaruhi audience.
Dengan memperhatikan semua karakteristik komunikasi massa
tersebut, maka perencanaan penyampaian pesan perlu dibuat dengan membuat segmen
komunikan berdasarkan faktor-faktor seperti kesamaan agama, kedekatan usia,
latar belakang pendidikan, social, budaya dan lain sebagainya.[12]
Di sisi yang lain, juga perlu adanya intervensi pengaturan secara institusional
antara si pengirim dengan si penerima. Dalam berkomunikasi melalui media massa,
ada aturan, norma, dan nilai-nilai yang harus dipatuhi. Beberapa aturan
perilaku normatif ada dalam kode etik, yang dibuat oleh organisasi-organisasi
jurnalis atau media.
Daftar Pustaka
Effendi, Onong Uchyana, Ilmu Komunikasi Teori
dan Praktek, Remadja Karya, Bandung, 1986.
___________, Ilmu,
Teori dan Filsafat Komunikasi, Citra Aditya Bakti, 2007.
Nurudin, Pengantar Komunikasa Massa, Rajawali Press,
Jakarta, 2014.
Rahim, Syaiful, Teori Komunikasi, Perspektif,
Ragam dan Aplikasi, Rineka Cipta, Jakarta, 2009.
Rakhmat, Jalaludin, Psikologi Komunikasi,
Remaja Karya, Bandung, 1989.
[1]Nurudin, Pengantar Komunikasa Massa,
Rajawali Press, Jakarta, 2014, hal.4.
[2]Syaiful Rahim, Teori Komunikasi, Perspektif,
Ragam dan Aplikasi, Rineka Cipta, Jakarta, 2009, hal.160.
[3] Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Remaja Karya, Bandung, 1989, hal.214
[4] Nurudin, loc.cit, hal.4.
[5] Jalaludin Rakhmat, op.cit, hal.215.
[6] Onong Uchyana Effendi, Ilmu Komunikasi Teori
dan Praktek, Remadja Karya, Bandung, 1986, hal.27.
[7] Onong Uchyana Effendi, 1986, ibid, hal.28.
[8] Onong Uchyana Effendi, 1986, ibid, hal.31.
[9]Jalaludin Rakhmat, loc.cit, hal.215.
[10]Onong Uchyana Effendi, Ilmu, Teori dan Filsafat
Komunikasi, Citra Aditya Bakti,2007, Bandung, hal.83.
[11] Onong Uchyana Effendi,1986, ibid, hal.28.
[12]
Onong Uchyana Effendi, 1986, ibid, hal.32.