MEMAHAMI KOMUNIKASI MASSA - Saungpikir

Friday, February 4, 2022

MEMAHAMI KOMUNIKASI MASSA

 



Wahyu Bhekti Prasojo

1.1. Definisi Komunikasi Massa

Komunikasi massa berasal dari istilah bahasa Inggris, mass communication, sebagai kependekan dari mass media communication. Artinya, komunikasi yang menggunakan media massa atau komunikasi yang mass mediated.  Komunikasi massa pada dasarnya adalah komunikasi melalui saluran media massa modern baik cetak maupun elektronik. Komunikasi massa itu sendiri berkembang pada awalnya dari istilah media of mass communication. [1] Komunikasi massa adalah proses di mana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik) secara luas. Pada sisi lain merupakan proses di mana pesan tersebut dicari, digunakan dan dikonsumsi oleh audience.[2] Agak lebih lengkap Jalaludin Rakhmat memberikan pengertian komunikasi massa sebagai berikut:

Komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonym melalui media cetak atau elektronis sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.[3]

Massa mengandung pengertian orang banyak, mereka tidak harus berada di lokasi tertentu yang sama, mereka dapat tersebar atau terpencar di berbagai lokasi, yang dalam waktu yang sama atau hampir bersamaan dapat memperoleh pesan-pesan komunikasi yang sama. Massa dalam komunikasi massa menunjuk kepada para penerima pesan komunikasi melalui media massa itu. Yaitu mereka yang dalam sikap dan perilakunya berhubungan dengan media massa itu. Maka massa dalam hal ini menunjuk pada pemirsa, pendengar, pembaca dan semacamnya.[4]

Dalam komunikasi masa, media masa menjadi otoritas tunggal yang menyeleksi, memproduksi pesan, dan menyampaikannya pada khalayak. Organisasi - organisasi media menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat.

1.2. Karakteristik komunikasi massa

Sedangkan ciri-ciri komunikasi massa, adalah sebagai berikut:

1. Bersifat tidak langsung, artinya harus melalui media teknis.[5] Pesan-pesan media tidak dapat dilakukan secara langsung artinya jika berkomunikasi melalui surat kabar, maka pesan harus diformat sebagai berita atau artikel, kemudian dicetak, didistribusikan, baru kemudian sampai ke audien. Istilah yang sering digunakan adalah interposed.

2. Bersifat satu arah, artinya tidak ada interaksi antara peserta-peserta komunikasi; tidak terjadi interaksi antara komunikator dengan audien. Tidak adak feedback dari komunikan kepada komunikator, hubungan antara keduanya impersonal. Konsekuensi dari situasi ini, komunikator memerlukan persiapan sedemikian rupa untuk mengurangi kemungkinan timbulnya persepsi yang salah atau tidak diinginkan pada komunikan.[6]

3. Bersifat umum dan terbuka, artinya pesan-pesan yang disampaikan ditujukan pada umum dan untuk kepentingan umum. Bukan kepentingan perseorangan.[7] Selain itu juga karena sifatnya umum, pesan-pesan komunikasi massa bersifat terbuka, artinya pesan-pesan dalam komunikasi massa bisa dan boleh dibaca, didengar, dan ditonton oleh semua orang.

4. Menimbulkan keserempakan, inilah ciri komunikasi massa yang paling hakiki. Yaitu pesan-pesannya dapat diketahui khalayak dalam jumlah yang besar dalam waktu yang bersamaan.[8]

5. Menjangkau komunikan yang tersebar dalam wilayah yang luas.[9] Sifat komunikasi massa juga adalah jangkauan siarannya yang dapat meliputi wilayah yang sangat luas. Sehingga ia dapat mencapai jumlah komunikan yang sangat besar jumlahnya.

6. Komunikan komunikasi massa adalah heterogen. Massa dalam kamunikasi masa terbentuk dari orang-orang, kelompok-kelompok masyarakat dengan latar belakang yang berbeda, secara budaya, lingkungan tempat tinggal, pekerjaan, tingkat pendidikan dan lain-lain. Sehingga beragam pula kepentingan-kepentingan mereka. [10]

7. Komunikator pada komunikasi massa melembaga.[11] Media massa sebagai saluran komunikasi massa adalah sebuah lembaga, organisasi atau institusi. Pesan yang disalurkan adalah hasil sebuah usaha bersama-sama sejumlah orang yang terikat dalam organisasi media (crew atau kerabat kerja).

1.3. Pengaruh Komunikasi Massa

Pada umumnya studi mengenai komunikasi massa berkaitan dengan persoalan efek komunikasi massa. Efek atau pengaruh ini telah menjadi pusat perhatian bagi berbagai pihak dalam masyarakat yang melalui pesan-pesan yang hendak disampaikannya berusahan untuk menjangkau khalayak yang diinginkan. Oleh karenanya, mereka akan berusaha untuk menemukan saluran yang paling efektif untuk dapat mempengaruhi audience.

Dengan memperhatikan semua karakteristik komunikasi massa tersebut, maka perencanaan penyampaian pesan perlu dibuat dengan membuat segmen komunikan berdasarkan faktor-faktor seperti kesamaan agama, kedekatan usia, latar belakang pendidikan, social, budaya dan lain sebagainya.[12] Di sisi yang lain, juga perlu adanya intervensi pengaturan secara institusional antara si pengirim dengan si penerima. Dalam berkomunikasi melalui media massa, ada aturan, norma, dan nilai-nilai yang harus dipatuhi. Beberapa aturan perilaku normatif ada dalam kode etik, yang dibuat oleh organisasi-organisasi jurnalis atau media.

Daftar Pustaka

Effendi, Onong Uchyana, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Remadja Karya, Bandung, 1986.

___________, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Citra Aditya Bakti, 2007.

Nurudin, Pengantar Komunikasa Massa, Rajawali Press, Jakarta, 2014.

Rahim, Syaiful, Teori Komunikasi, Perspektif, Ragam dan Aplikasi, Rineka Cipta, Jakarta,  2009.

Rakhmat, Jalaludin, Psikologi Komunikasi, Remaja Karya, Bandung, 1989.



[1]Nurudin, Pengantar Komunikasa Massa, Rajawali Press, Jakarta, 2014, hal.4.

[2]Syaiful Rahim, Teori Komunikasi, Perspektif, Ragam dan Aplikasi, Rineka Cipta, Jakarta,  2009, hal.160.

[3] Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Remaja Karya, Bandung, 1989, hal.214

[4] Nurudin, loc.cit, hal.4.

[5] Jalaludin Rakhmat, op.cit, hal.215.

[6] Onong Uchyana Effendi, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Remadja Karya, Bandung, 1986, hal.27.

[7] Onong Uchyana Effendi, 1986, ibid, hal.28.

[8] Onong Uchyana Effendi, 1986, ibid, hal.31.

[9]Jalaludin Rakhmat, loc.cit, hal.215.

[10]Onong Uchyana Effendi, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Citra Aditya Bakti,2007, Bandung, hal.83.

[11] Onong Uchyana Effendi,1986, ibid, hal.28.

[12] Onong Uchyana Effendi, 1986, ibid, hal.32.

Comments


EmoticonEmoticon