oleh: wahyu bhekti prasojo
Seperti kemarin
Pagi ini ia bangun sendiri
Bukan di reruntuhan teras yang kemarin
Bukan karena suara lembut ibu
Ransel sekolahnya terlalu kecil untuk membawa semua duka
Sedang alas kakinya adalah luka
Mengeja doa nama ibu bapa
Yang tak bisa dipanggi pulang